Kelurahan Ngemplak Simongan, Semarang Barat (25/01/2026) — Gizi buruk dan kurangnya pemahaman tentang porsi makan seimbang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya pada anak-anak di masa pertumbuhan. Masalah kesehatan seperti stunting dan defisiensi nutrisi dapat mengganggu perkembangan fisik dan kecerdasan jika pola makan tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, edukasi mengenai pola makan sehat dengan panduan gizi seimbang sesuai konsep Isi Piringku perlu diberikan sejak dini.
Yunita Madani Panjaitan, salah satu mahasiswa KKN-T Tim 8 Universitas Diponegoro tahun 2025/2026 dari program studi Kesehatan Masyarakat, menjadi pemateri dalam kegiatan ini dan didukung oleh mahasiswa dari program studi lain, yaitu Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Farmasi, Matematika, dan Kesehatan Masyarakat. Mereka melaksanakan program edukasi mengenai gizi seimbang melalui konsep Isi Piringku kepada anak-anak di wilayah RW 02, Kelurahan Ngemplak Simongan, Semarang Barat, pada Minggu, 25 Januari 2026. Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya kesadaran nutrisi sejak dini yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menanamkan kebiasaan anak-anak untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang sebagai upaya menjaga kesehatan jangka panjang.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai pembagian porsi makan serta manfaat masing-masing komponen bagi tubuh sesuai dengan konsep Isi Piringku, yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Konsep ini terdiri dari sepertiga makanan pokok, sepertiga sayuran, seperenam lauk-pauk, dan seperenam buah-buahan. Penyampaian dilakukan secara interaktif dengan media visual agar mudah dipahami dan menarik bagi anak-anak, sehingga suasana belajar menjadi menyenangkan dan tidak membosankan.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi pretest dan posttest yang dikemas dalam bentuk kuis menarik untuk mengukur efektivitas program. Mahasiswa juga menyediakan hadiah bagi peserta yang aktif, sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk memotivasi anak-anak agar lebih antusias mendalami materi. Abrar, salah satu peserta dari RW 02, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan ini. “Kegiatan belajarnya sangat seru dan membantu kami, apalagi kegiatannya gratis dan tidak perlu bayar. Kami merasa senang dan sekarang lebih paham kenapa harus makan makanan sehat sesuai porsi yang kakak jelaskan tadi. Semoga ke depannya ada lagi kegiatan belajar seperti ini, karena sangat berguna bagi kami anak-anak supaya jadi pintar dan berguna di masa depan,” ujarnya.
Melalui langkah nyata ini, diharapkan anak-anak di Kelurahan Ngemplak Simongan dapat mulai beralih ke pola makan yang lebih sehat, sehingga tumbuh menjadi individu yang cerdas dan produktif. Kegiatan ini juga mencerminkan semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam membangun kesadaran bahwa mengonsumsi makanan bergizi bukanlah hal yang rumit, melainkan kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan di rumah.